Buku ini mengisahkan potret kehidupan kampus dari sudut pandang seorang mahasiswa tingkat akhir yang tinggal dan mengabdi di masjid kampus. Di balik hiruk-pikuk dunia akademik, senioritas, tekanan sosial, dan konflik batin, masjid menjadi ruang sunyi tempat nilai-nilai iman, persaudaraan, dan kemanusiaan diuji.
Kisah bermula dari sebuah peristiwa tak terduga: seorang mahasiswi yang ketakutan terpaksa bermalam di masjid demi menghindari tekanan senior. Peristiwa sederhana itu berkembang menjadi rangkaian refleksi tentang batas moral, tanggung jawab, keikhlasan, serta godaan yang sering kali datang dalam wujud “kebaikan”. Bersama para sahabatnya—dengan karakter yang beragam dan dinamis—tokoh utama menghadapi sisi gelap dunia kampus: budaya senioritas yang menindas, ketidakpedulian terhadap nilai ibadah, serta sistem yang kerap mengorbankan nurani.
Lebih dari sekadar cerita, buku ini adalah refleksi perjalanan hijrah, perjuangan menjaga integritas diri, dan upaya merawat harmoni di tengah realitas yang tidak selalu adil. Sebuah kisah tentang bertahan, memahami, dan tetap berbuat baik meski berada dalam sistem yang penuh tekanan.
Hendi Ardiansyah