Buku ini mengupas secara mendalam isu-isu penting terkait kesehatan reproduksi remaja usia 15–18 tahun, yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai kehidupan sehat dan sejahtera. Di dalamnya dibahas hubungan interpersonal (relationship), nilai-nilai gender, perlindungan diri dari kekerasan, serta pentingnya pendidikan seks yang komprehensif dan berbasis keterampilan hidup.
Didukung oleh berbagai studi mutakhir, buku ini menyoroti keterbatasan pendidikan seks di sekolah yang hanya menekankan aspek biologis semata, serta adanya ketidaknyamanan dan tabu sosial yang menghambat pemahaman remaja tentang tubuh dan fungsi reproduksi. Kurangnya pengetahuan ini menjadi hambatan dalam pengembangan sikap dan perilaku sehat di kalangan remaja.
Dengan mengusung pendekatan life long learning dan learner-centered education, buku ini menekankan pentingnya pembelajaran yang aktif, reflektif, dan mandiri, serta membangun hubungan saling menghargai antara pendidik dan peserta didik. Buku ini juga mengajak para pendidik dan profesional di bidang kesejahteraan remaja untuk mengintegrasikan pendidikan reproduksi, pencegahan kekerasan, dan penguatan komunikasi orang tua–anak ke dalam strategi pembelajaran yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 5 Target 3.
Lebih dari sekadar panduan teoritis, buku ini juga mengangkat contoh implementasi nyata seperti Posyandu Remaja sebagai model pendidikan berbasis masyarakat, yang mendorong remaja menjadi pembelajar mandiri (self-directed learners) dan agen perubahan di lingkungannya.
Sasaran pembaca: pendidik, praktisi pendidikan nonformal, orang tua, tenaga kesehatan remaja, serta siapa saja yang peduli terhadap tumbuh kembang remaja yang sehat, berpengetahuan, dan berdaya.
Penulis : Yulinda, Uyu Wahyudin, Joni Rahmat Pramudia
Desain Cover & Lay out : Tim Design
Editor : Uyu Wahyudin
Jumlah halaman: 117
ukuran buku: A5 (21cm)