Cupak & Gerantang adalah kisah rakyat Sasak yang mengangkat perjalanan dua saudara dengan karakter yang sangat berbeda. Cupak adalah kakak yang pemalas, egois, dan sering bertindak seenaknya. Sebaliknya, Gerantang adalah pemuda baik hati, disiplin, pemberani, serta penuh tanggung jawab.
Setelah ibunya meninggal, keduanya memutuskan merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sepanjang perjalanan, sifat buruk Cupak terus muncul—dia malas membawa bekal, makan dengan rakus, bahkan berbohong dan terus menyusahkan Gerantang. Meski demikian, Gerantang tetap setia menjaga dan menolong kakaknya.
Di negeri Daha, mereka mengetahui bahwa Putri Dewi Puspasari diculik raksasa. Sebuah sayembara digelar oleh Datu Daha: siapa pun yang berhasil menyelamatkan sang putri akan dinikahkan dengannya sekaligus diangkat sebagai Datu. Cupak-Gerantang mengikuti sayembara tersebut.
Pada saat bertemu raksasa, Cupak bersembunyi ketakutan, sementara Gerantang bertarung gagah berani hingga membunuh raksasa dan membebaskan sang putri. Namun Cupak mengkhianati adiknya dengan menjebaknya di dalam goa dan mengaku sebagai pahlawan.
Dengan kecerdikan Putri Dewi Puspasari, Gerantang berhasil diselamatkan dan mengungkap kebenaran di hadapan Datu Daha. Meski Cupak hampir dihukum, Gerantang memohonkan pengampunan untuk saudaranya. Akhirnya, Gerantang diangkat menjadi Datu Daha dan menikahi Putri Dewi Puspasari, disambut pesta besar selama 40 hari 40 malam. Kisah ini menegaskan nilai keberanian, kejujuran, dan ketulusan seorang adik yang tidak pernah membalas keburukan kakaknya.
Penulis: Dr. Moh. Irawan Zain, M.Pd., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd., Prof. Dr. I Nyoman Dantes, Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.
Layouter: Lalu Wira Zain Amrullah