
Buku ini lahir dari kegelisahan mendalam atas ketidakadilan yang masih dialami perempuan dalam masyarakat patriarkal. Perempuan kerap dilemahkan secara budaya, dibatasi perannya dalam ruang publik, dan dikaitkan semata-mata dengan urusan domestik. Lebih dari itu, tubuh perempuan bahkan dianggap sebagai sumber fitnah yang perlu diawasi, alih-alih dihormati.
Melalui pendekatan ekofeminisme, buku ini menyoroti keterkaitan erat antara penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam. Budaya patriarki tak hanya menundukkan perempuan, tetapi juga memperlakukan alam sebagai objek untuk dikuasai. Padahal, perempuan dan alam memiliki hubungan yang saling menghidupi dan menyokong keberlangsungan kehidupan. Ketika salah satunya rusak, maka keseimbangan kehidupan pun terancam.
Islam, dalam buku ini, ditampilkan sebagai kekuatan pembebas yang memuliakan perempuan dan mengakui kesetaraan laki-laki dan perempuan di hadapan Tuhan. Penulis mengajak pembaca untuk melihat bahwa perempuan tidak hanya layak hadir di ruang publik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan narasi reflektif dan kritik sosial yang tajam, buku ini menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan dan penjaga bumi. Ekofeminisme dalam konteks ini bukan sekadar gerakan, melainkan jihad ekologis untuk membebaskan bumi dan manusia dari belenggu eksploitasi.
Penulis: Hj. Istianah, M.A
Layout & Cover: Arafat Nuryadin
Jumlah halaman: 231
Ukuran buku: 21