school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

MOOTAME POLANGO: Kebijakan dan Implementasi Pertanian Jagung

MOOTAME POLANGO: Kebijakan dan Implementasi Pertanian Jagung

Kebijakan pemerintah terkesan paradoks, disatu sisi ingin mensejahterahkan petani, tetapi justru memberi pekerjaan baru yang membutuhkan skill baru bagi petani. Program agropolitan berbasis jagung yang menggunakan sistem pertanian modern, dirasakan oleh petani sangat memberatkan dan membutuhkan biaya yang tinggi serta resiko kerugian yang besar, apabila gagal panen. Upaya menghindari resiko tersebut,

petani memilih untuk menanam jagung lokal yang dianggap “Mootame Polango” artinya dapat “mengatasi rasa lapar”. Prinsip “mootame polango”, identik dengan prinsip “dahulukan selamat” yang melekat pada pertanian subsistensi, bahwa pengolahan lahan pertanian ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan bukan untuk memperoleh keuntungan dari usaha taninya. Jika program agropolitan berbasis jagung berpihak pada pemberdayaan masyarakat desa, apakah penggunaan benih jagung hibrida, penggunaan pupuk anorganik dan mekanisasi pertanian yang menggunakan uang, mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kemiskinan petani yang ada di pedesaan? Dimanakah letak kebijakan program yang berlabel pemberdayaan masyarakat sebagai sarana pembebasan manusia dari kemiskinan?


Penulis:FARID TH MUSA
Editor:-
Layout & Cover:Tim PSS
Ukuran buku: A5 (21cm)
Jumlah halaman: 182


Chat

0812-1603-3775