school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

Lunta

"Jangan kau atur-atur isi kepalaku"
Seseorang menulis, membuat catatan. Kenapa? Rujukan tertua tentang ini adalah lukisan pada dinding-dinding gua.

Melukis dan menulis merupakan rekaman tentang ada, dan sebaliknya tentang tidak ada. Melukis dan menulis bisa merujuk pada keduanya, sebagai representasi maupun non-representasi.
Melukis dan menulis juga bisa merupakan tegangan pada batas antara ada dan tidak ada. Tegangan untuk menyampaikan paradoks yang ditemukan seseorang, juga sebagai perlawanan. Ginaya Keisya Rais, melalui karyanya ini ("Lunta"), berada dalam batas tegangan ini ("Seperti sebuah kamus orang dewasa yang penuh malapetaka"). Ekstrim lain dari tegangan ini adalah "curhat", sebuah seberangan yang mencairkan dan melemahkan kehadiran puisi sambil lebih menebalkan kehadiran kenangan.
Tubuh perempuan dalam karyanya ini merupakan batas dimana akar kekerasan menjadikan tubuh perempuan sebagai perangkap budaya patriarki ("Bahwa vaginanya berbuah penjara"). Tubuh yang diinstitusikan oleh moral normatif, oleh keluarga, lembaga pendidikan, negara, dan agama. Ruang domestik dan ruang publik didefinisikan melalui ketidak-adilan gender.
Karya Ginaya ini, yang dibuat dalam bentuk teks dan gambar (yang juga bermuatan teks tulisan tangan), keduanya berkelindan untuk melawan batas tubuh perempuan yang telah ditaklukkan. Karya yang bergerak antara kehidupan keluarga, dunia perempuan, cinta, seks, doa, dan seni. Teks dengan tulisan tangan pada sejumlah gambar dalam buku ini hampir rata-rata ditulis dengan huruf-huruf kapital. Merepresentasi tentang kemarahan, juga melalui warna merah menyala dan hitam pekat.


Penulis : Ginaya Keisya Rais
Ilustrasi : Ginaya Keisya Rais
Sampul & Layout : Ziyan Khatami
Cetakan pertama, April 2023
200 Halaman
14 x 20 cm
ISBN :


Chat

0812-1603-3775