
Catatan Pinggiran (1) merupakan kumpulan puisi karya Najibul Mahbub yang merekam berbagai peristiwa, kegelisahan, harapan, kritik sosial, serta refleksi spiritual yang hadir dalam perjalanan kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui bahasa yang lugas sekaligus puitis, penulis mengajak pembaca menyelami realitas sosial, politik, pendidikan, lingkungan, kemanusiaan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Puisi-puisi dalam buku ini lahir dari pengamatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembaca akan menemukan kritik terhadap ketimpangan sosial, korupsi, demokrasi, kerusakan lingkungan, kemiskinan, dan berbagai persoalan kebangsaan yang masih menjadi pekerjaan rumah negeri ini. Di sisi lain, penulis juga menghadirkan puisi-puisi yang sarat dengan nilai religius, cinta, kerinduan, pendidikan, pengabdian guru, dan harapan akan masa depan bangsa yang lebih baik.
Kehadiran puisi-puisi seperti Surabaya, Oh Surabaya, Negeri Ngeri, Jangan Usik Hak Demokrasi, Ratapan Anak Pinggiran, Antara Alif dan Ya', Secawan Rindu dalam Sajadah, hingga rangkaian puisi tentang doa guru dan kegelisahan negeri menunjukkan keluasan tema yang diangkat penulis. Setiap puisi menjadi catatan kecil tentang perjalanan zaman, sekaligus pengingat bahwa sastra memiliki peran penting dalam menyuarakan nurani kemanusiaan.
Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan refleksi seorang penulis terhadap denyut kehidupan bangsa. Dengan gaya yang sederhana namun penuh makna, Catatan Pinggiran (1) mengajak pembaca untuk merenung, peduli, dan menumbuhkan harapan bahwa di tengah berbagai persoalan yang dihadapi, selalu ada ruang bagi doa, cinta, dan perubahan.