Buku Kedudukan Anak dari Saudara Perempuan sebagai Penerima Wasiat Wajibah membahas secara mendalam dinamika hukum kewarisan Islam di Indonesia, khususnya terkait posisi anak dari saudara perempuan dalam memperoleh bagian harta peninggalan melalui mekanisme wasiat wajibah. Permasalahan ini muncul sebagai konsekuensi perkembangan sosial dan praktik peradilan yang menghadapi berbagai kasus kewarisan yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam ketentuan faraidh klasik.
Melalui pendekatan yuridis normatif dan analisis putusan pengadilan, penulis mengkaji konsep wasiat wajibah dari perspektif fiqh, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta kebijakan hukum nasional, termasuk Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2015. Buku ini menyoroti adanya disparitas putusan hakim dalam praktik peradilan agama yang menimbulkan persoalan kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat.
Dengan mengintegrasikan teori maqashid syariah, asas keadilan hukum, serta pemikiran hukum modern, karya ini menawarkan analisis kritis terhadap pertimbangan hakim dalam menolak maupun menerima wasiat wajibah bagi anak perempuan dari saudara kandung. Buku ini diharapkan menjadi kontribusi akademik sekaligus referensi praktis bagi hakim, akademisi, mahasiswa hukum, dan praktisi peradilan dalam memahami pembaruan hukum kewarisan Islam di Indonesia.
Judul Buku Kedudukan Anak dari Saudara Perempuan sebagai Penerima Wasiat Wajibah
Penulis Dr. Misdaruddin, M.H.
Editor Dr. Diana Farid, M.E.Sy.
Layout & Cover Tim MaSagi
Cetakan Cetakan Pertama, November 2025
Penerbit CV. Putra Surya Santosa
Alamat Penerbit
Perum Permata Godean 1 C3, Desa Sidokarto
RT 02/RW 05, Kecamatan Godean
Kabupaten Sleman, Yogyakarta