Kajian mengenai Palestina tidak akan lepas dari kajian mengenai konflik Palestina dengan Israel. Sampai saat ini, penduduk Palestina masih mengalami penderitaan akibat pendudukan tentara Israel. Penderitaan yang panjang itu tercermin dalam berbagai karya sastra dan juga menjadi objek kajian ilmiah dalam berbagai disiplin keilmuan.
Kumpulan tulisan dalam buku ini mencoba mengungkap perjuangan bangsa Palestina, dari peristiwa Nakbah hingga Tufan al-Aqsa, untuk memerdekakan negaranya. Diskusi mengenai kajian topic tersebut dimulai dengan pembahasan karya sastra Arab berupa prosa. Diskusi dibuka dengam topic mengenai simbol-simbol perjuangan Palestina dalam novel Wa Asmaraz-Zaitun oleh Uswatun Hasanah, M.A. Disimpulkan bahwa bahwa kemerdekaan dan pembangunan kembali negara Palestina melibatkan aspek kepemimpinan, emosional, pendidikan, identitas dan budaya serta melibatkan seluruh masyarakat Palestina dan dunia internasional. Kajian dilanjutkan oleh Dr. Mahmudah yang membahas pembatalan penghargaan terhadap novel Tafṣīl Ṡānawī sebagai bukti kuatnya pengaruh internasional dalam mengurangi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Siti Aminah melanjutkan dengan kajian ketimpangan relasi kuasa yang berimbas pada penderitaan rakyat Palestina dalam Maṣā`ir: Kūnsyirtū al-Hūlūkūst wa an-Nakbah karya Raba‘i al-Madhun. Perjuangan melawan Israel juga dilakukan oleh umat Kristen Palestina sebagaimana tergambar dalam novel Siratu ‘Ainin karya Ibrahim Nasrullah. Dukungan warga Kristen Palestina tersebut diwujudkan dalam bentuk perlawanan fisik dan perlawanan nonfisik. Kondisi masyarakat Palestina pasca pembangunan tembok pemisah oleh Israel diceritakan dalam novel Māsah karya Hānī as-Sālimī. Ilham Akbar Ahmad Muharram menyimpulkan bahwa tembok pemisah tersebut berpengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Palestina. Buruknya kondisi sosial dan ekonomi bangsa Palestina yang terekam dalam novel al-Mutasyā`il karya Emile Habibi juga dibahas oleh M. Nizar. Thalianavinda melanjutkan pembahasan dengan topik migrasi sebagai cara pengungsian bangsa Palestina tahun 1948 sebagaimana diceritakan dalam novel Maṣā`ir: Kūnsyirtū al-Hūlūkūst wa an-Nakbah karya Raba‘i al-Madhun. Beberapa tempat yang menjadi tujuan utama migrasi adalah kota-kota di Palestina, negara-negara Arab, dan negara-negara Barat. Penderitaan sebagai sebab pengungsian bangsa Palestina, seperti disampaikan dalam novel Umm Sa‘d karya Ghassan Kanafani dan dibahas oleh Tri Kurniawan Sujoko, terjadi dalam empat bentuk, yaitu penyerangan, penangkapan, pengepungan, dan kemiskinan. Resti Dwi Mulyani menutup kajian prosa ini dengan pembahasan drama Syifahu al-Banadiqi karya
ISBN: 978-623-494-329-0
Palestina: Dari Nakbah Hingga Tufan al-Aqsa ![]()
Penulis: Dra. Uswatun Hasanah, M.A. - Dr. Mahmudah, S.S., M.Hum. - Siti Aminah, S,S., M.A. - Anugerah Maulana Fadhli, S.S. - Ilham Akbar Ahmad Muharam, S.S. - Mohammad Nizar, S.S. - Tri Kurniawan Sujoko, S.S. - Resti Dwi Mulyani, S.S. - Thalianavinda Permata Sari, S.S. - Dr..Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.- Aisya Dianmar Adzani, S.S., M.A. - Asih Laraswati, S.S. - Dewi Habibatul Alawiyah, S.S. - Haryanti, S.S. - Nada Nadhifa Rosyida, S.S. - Ridhotun Ni'mah, S.S. - Eurrydice Setianingroem Waskitoningdjati, S.S. - Dr. Arief Ma'nawi, S.S., M.Hum. - Hamdan, S.S., M.A. - Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. -Prof. Dr. Sangidu, M.Hum., - Dr. Muhammad Muzammil Basyuni, M.A., - Rudi Chandra, Lc., M.A
Editor: Try Riduan Santoso
Jumlah halaman: 601
Ukuran A5 (21cm)