school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

Segera Terbit

PEMBINAAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI

PEMBINAAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI

Kata karakter sesungguhnya berasal dari bahasa Latin: “kharakter”, “kharassein”, “kharax”, dalam bahasa Inggris: character, dalam bahasa Indonesia: “karakter”, dan dalam bahasa Yunani: character, dari charassein yang berarti membuat tajam, membuat dalam. Karakter sebagai watak, tabiat, pembawaan, dan kebiasaan.

Dalam bahasa Arab, karakter diartikan khuluq, sajiyyah, thabu‟u (budi pekerti, tabiat atau watak), kadang juga diartikan syakhshiyyah yang artinya lebih kepada personality (kepribadian). Istilah karakter secara harfiah berasal dari bahasa Latin “Charakter”, yang antara lain berarti: watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Sedangkan secara istilah, karakter diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri. Dalam sumber lain disebutkan bahwa “character is the sum of all the qualities that make you who you are. It‟s your values, your thoughts, your word, your actions”.

Sementara itu, karakter sebagai distinctive trait, distinctive quality, moral strength, the pattern of behavior found in an individual or group. Karakter ini mirip dengan akhlak yang berasal dari kata khuluk, yaitu tabiat atau kebiasaan melakukan hal-hal yang baik. Tingkah laku seseorang yang berasal dari hati yang baik. Karakter (akhlak) adalah sesuatu yang bersemayam dalam jiwa, yang dengannya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa dipikirkan. Arti kata karakter adalah budi pekerti, akhlak, moral, afeksi, susila, tabiat, dan watak memiliki arti yang sama. Karakter dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan seseorang. Pada sisi faktor lingkungan, maka karakter seseorang banyak dibentuk oleh orang lain yang sering berada di dekatnya atau yang sering mempengaruhinya, kemudian ia mulai meniru untuk melakukannya.
Karakter terbentuk dari proses meniru, yaitu melalui proses melihat, mendengar dan mengikuti, maka karakter sesungguhnya dapat diajarkan atau diinternalisasi secara sengaja melalui aktivitas pendidikan dengan mengembangkan kurikulum yang berbasis pendidikan karakter”. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan potensi empiris yang kemudian berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya melalui aktivitas belajar


Penulis: Dr., Dra. Ifah Khadijah, M.Pd.I
Editor: Dr. Hilman Mauludin, S.Th.I, M.Ud.
Layout/Cover: Tim MaSagi
Cetakan pertama, Maret 2024
Jumlah halaman: 324
Ukuran buku: A5 (21cm)


Chat

0812-1603-3775