Kebudayaan dalam kehidupan manusia sering kali dijadikan sebagai bahan objek Novel. Dimana segala sesuatu yang diungkapkan seorang pengarang dalam novel tidak terlepas dari kehidupan nyata pengarang tersebut.
Hal ini disebabkan oleh karya sastra yang diciptakan oleh seorang pengarang berada dalam suatu ruang lingkup lingkungan kebudayaan suatu suku atau etnis yang akan mempengaruhi pengarang dalam proses kreatifnya. Hubungan tersebut membuktikan bahwa teks sastra merupakan transformasi dari hasil pemikiran pengarangnya yang sudah pasti memilki kaitan dengan unsur-unsur di dalam dan di luar sastra. Novel sebagai cerminan realitas juga merupakan salah satu cara kreatif pengarang atau sastrawan dalam menyampaikan pesan maupun ideologi tertentu. Oleh sebab itu, suatu Ideologi dapat berasal dari paradigma pengarang dan juga bisa menjadi respon pengarang terhadap lingkungan tempat ia berada. Biasanya novel juga sarat dengan keindahan cerita yang cendrung mudah diterima oleh pembaca, sehingga novel sering kali dijadikan media yang menyiratkan pesan pengarang baik secara implisit maupun imajinatif. Sebagaimana Nida (1970) berargumen bahwa karya sastra memiliki pengaruh yang besar dan tak bisa kita perkirakan.