Avaritia

Nala menggigil tak percaya. Di kamarnya kini berdiri dua lelaki berperawakan kekar dan tinggi.
Salah satu dari mereka berparas manis dengan rambut pirang dan mata biru, yang satu lagi berparas ketus dengan rambut hitam dan mata kemerahan. Namun, bukan itu yang membuat Nala ketakutan. Dua pria itu memiliki sayap besar berwarna hitam pekat di punggung mereka. Nala memegang pergelangan tangannya. Dari balik lengan Panjang sweater, ia bisa merasakan entitas sebuah benda melingkar. Tanpa perlu melihat,