Kebudayaan menjadi bagian integral dari identitas diri dan bangsa. Gerak budaya tentu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak khalayak.
Oleh karena itu, pemajuan kebudayaan menjadi komponen utama pembangunan Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melihat adanya prospek itu. Fasilitasi Dana Indonesiana memungkinkan pelestari budaya untuk memajukan sepuluh (10) objek kebudayaan. Penulis memanfaatkan kesempatan itu untuk mendokumentasikan sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional dan ritus di Lombok Barat. Keberadaan Ran sebagai koki atau “panglima rasa” dapat dilihat sebagai pelestari makanan lokal setempat. Ran memiliki pengetahuan akan resep makanan. Ran-lah yang dipercaya masyarakat mampu mengolah berbagai makanan dengan nikmat. Ran tidak berdiri sendiri. Ran hanyalah koki utama dalam sebuah “Begawe”. Tuan Gawe atau Epen Gawe yang berkewajiban untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dieksekusi oleh Ran.