Berani Tidak Percaya: Tentang Mitos, Sugesti, Kebijaksanaan di Era Digital mengajak pembaca mengkritisi berbagai mitos dan fenomena mistis yang berkembang di masyarakat melalui pendekatan neurosains, psikologi, filsafat, antropologi, komunikasi, dan ilmu pengetahuan. Buku ini membahas berbagai fenomena seperti babi ngepet, pesugihan, hantu, kesurupan, santet, pelet, jimat, dukun, indigo, primbon, feng shui, numerologi, dan horoskop dengan menekankan pentingnya berpikir kritis dan membedakan kebenaran faktual dari kebenaran simbolik. Penulis tidak bermaksud merendahkan tradisi, melainkan mengajak pembaca menemukan nilai moral dan kebijaksanaan yang tersembunyi di baliknya tanpa terjebak pada takhayul yang dapat merugikan manusia. Melalui konsep “Skeptisisme Hangat” dan kebijaksanaan Stoikisme, buku ini pada akhirnya mengajak pembaca menghadapi ketidakpastian dengan rasionalitas, empati, kerendahan hati, dan kedewasaan batin. Dengan demikian, Berani Tidak Percaya bukan sekadar buku untuk membongkar mitos, tetapi sebuah ajakan untuk bertumbuh dalam cara berpikir, memahami keyakinan, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan secara lebih rasional dan manusiawi.
Judul: Berani Tidak Percaya
Subjudul: Tentang Mitos, Sugesti, Kebijaksanaan di Era Digital
Penulis: Siswanto