Sampul Jejak Sang Maestro: Syair Gulung Melayu Ketapang, Kumpulan Karya Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan
Buku

Jejak Sang Maestro: Syair Gulung Melayu Ketapang, Kumpulan Karya Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan

oleh Suriyanto

Segera Terbit Terbit 2026
Sinopsis

Jejak Sang Maestro: Syair Gulung Melayu Ketapang merupakan dokumentasi perjalanan, pemikiran, pengalaman, dan karya Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, seorang maestro Syair Gulung Melayu Ketapang. Buku ini hadir bukan sekadar sebagai kumpulan karya sastra, tetapi sebagai upaya merekam dan mewariskan salah satu kekayaan budaya masyarakat Melayu Ketapang kepada generasi mendatang.

Diawali dengan pembahasan mengenai sejarah, hakikat, kedudukan, serta nilai-nilai Syair Gulung, buku ini memperlihatkan bahwa tradisi tersebut bukan hanya seni bertutur atau hiburan. Di dalamnya tersimpan pesan keagamaan, pendidikan, moral, adat istiadat, kritik sosial, kebijaksanaan lokal, serta gambaran jati diri masyarakat Melayu Ketapang. Syair Gulung juga menjadi bagian dari berbagai kehidupan sosial dan budaya, mulai dari kegiatan adat dan keagamaan hingga peristiwa kemasyarakatan.

Buku kemudian membawa pembaca mengenal sosok sang maestro. Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan lahir dan tumbuh dalam lingkungan masyarakat Melayu Ketapang yang kuat dengan nilai agama, adat, dan budaya. Kecintaannya terhadap Syair Gulung mulai tumbuh sejak masa sekolah dasar, kemudian berkembang melalui pengalaman berkarya, tampil di tengah masyarakat, mendokumentasikan karya, serta terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya.

Bagian utama buku menghimpun 101 Syair Gulung karya sang maestro dengan tema yang sangat beragam. Di dalamnya terdapat syair tentang nasihat kehidupan, kematian dan alam kubur, perjalanan kehidupan, agama, pendidikan, keluarga, pernikahan, Ramadan, masyarakat Melayu, pemerintahan, peristiwa sosial, hingga berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Keragaman tema tersebut memperlihatkan kemampuan Syair Gulung untuk menjadi media refleksi sekaligus dokumentasi kehidupan masyarakat pada zamannya.

Lebih dari sekadar antologi, buku ini merupakan jejak kebudayaan. Setiap bait menjadi rekaman cara pandang, pengalaman, nasihat, kegelisahan, humor, kritik, nilai agama, dan kecintaan seorang maestro terhadap tanah kelahiran serta budaya Melayu Ketapang.

Pada akhirnya, Jejak Sang Maestro mengajak pembaca memahami bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan bentuk kesenian, tetapi juga menjaga nilai dan identitas yang terkandung di dalamnya. Buku ini menjadi arsip budaya sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk mengenal, mempelajari, menciptakan, mengembangkan, dan mewariskan Syair Gulung agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.